“Gak usah jauh-jauh ke New York untuk nonton Broadway, cukup nonton EKI aja!” komentar salah satu penonton musical comedy MISS KADALUWARSA (MK) di Jakarta, tahun 2007 lalu.
“Gila, ceritanya gue banget! Nusuk!” komentar penonton lainnya.
Bahkan, ada penonton yang bilang, “Adegan ‘itu’, baru gue alami kemarin. Gue rasa tontonan ini sangat berarti buat gue” sambil meneteskan air matanya.
Ceritanya, Narsih gundah bukan kepalang. Walaupun karirnya sukses, duitnya banyak dan punya wajah yang sangat cantik, tapi di umur yang menurut banyak orang sudah kadaluwarsa, Narsih masih belum menemukan cintanya. Inilah inti cerita yang bisa membuat para penonton yang datang merasa terhibur sekaligus terharu.
Itu di Jakarta, kalau di Surabaya nanti gimana?
Jangan takut, menurut duo sutradara MK, Rusdy Rukmarata dan Nanang Hape, dari segi cerita gak akan ada perubahan. Yang berubah nanti hanya kemasannya. “Kemasannya diubah dikit atas dasar evaluasi yang kita dapet. Nilai entertaiment-nya akan dibuat lebih tinggi. Tarian-tariannya juga jauh lebih simpel, lebih romantis sekaligus lebih lucu,karena ada Tika Panggabean”kata Rusdy.
Sama dengan Rusdy, dibawah garapannya Nanang berjanji bahwa pertunjukan MK di Surabaya nanti akan lebih ‘segar’. “Cara komunikasinya aja yang akan sedikit mengalami perubahan, jadinya pasti akan lebih segar” terang Nanang.
Wah, kayaknya makin penasaran aja nih pertunjukan MK di Surabaya. Jadi tunggu apalagi, cepet ajak teman kamu, pacar, keluarga, siapa aja yang memang kamu kenal dan menyukai entertainment untuk nonton pertunjukan musical comedy ini. Oh ya.. walaupun judulnya, MISS KADALUWARSA, tontonan ini bukan berarti hanya untuk para perempuan, laki-laki juga wajib nonton. “Bagi para perempuan sih sudah pasti harus nonton… bagi laki-laki yang ingin tahu lebih jauh perempuan tuh seperti apa juga wajib nonton ini” ujar Nanang penuh senyum.
(Wirya)


7 responses so far ↓
Rachmad WW // August 13, 2008 at 3:16 am
semoga pentas yang di Gramedia EXPO-Surabaya bisa lebih sukses… Bravo !!!
misskadaluwarsa // August 13, 2008 at 10:36 am
Terima kasih Rachmad
Arlin-Surabaya // August 14, 2008 at 3:10 pm
Halo,
Saya salah satu penonton di hari I pementasan MK di Gramed Expo, Surabaya.
It was an amazing performance !
Tapi…ya itu, saya ada beberapa komentar nih:
1. To EKI Dancers : NO DOUBT at all, Ciamik daah ! Keren.
2. To Mbak Ira Duaty : Ciamik juga, saya bener2 nggak ngira kalo bisa nyanyi dengan gaya & vokal yang jernih.
3. Sarah Sechan : Angkat topi untuk aktingnya, saya hampir2 lupa, yang lagi di atas panggung itu Shiva beneran atau Sarah Sechan, begitu menjiwai. My fave scene : di makam plus Shiva & Fauzy after ML. Excellent.
4. Tika P ’sang Dewi’ : saya punya postur guede juga, tapi ke PDan dirimu, nggak ada loe gak rame !! Gw salut ama lo !
5. Sita : no further to say. siapa yang gak tahu kualitas suara teteh yang 1 ini.
6. Si Suster Hamil ? Helen ? Betul kah ? : Gokil Abessss……….!! Salut banget bisa tahan ngomong dengan tampang serius gitu. Kita2 di penonton udah ketawa sampe perut kram bo !
Ok, this’s the bad comments :
1. Di beberapa scene, yang ada adegan merepetnya, volume orang yang berbicara kalah keras dengan backgroun musicnya, jadi gak kedengeran jelas, padahal saya merasa justru momment2 itu paling menarik untuk didengerin.
2. Suara grubag-grubug dari mic yang dipakai aktor/aktris saat mereka bergerak kadang cukup mengganggu, terutama saat mereka bicara
3. Adegan2 dengan dialog serius agak kepanjangan rasanya, jadi kesannya boring, karena konsentrasi penonton sudah agak buyar untuk mengikuti mood alur cerita.
4. Kualitas panggung mungkin harus lebih diperhatikan biar gak bikin suara berisik.
5. Juga panggung & tangga menuju tempat duduk penonton, di banyak spot bikin gaduh sekali setiap dilewati.
6. Next time, mungkin ada baiknya kalau penonton diingatkan untuk menonaktifkan HP selama pementasan, bikin bete banget berisiknya.Plus sesama penonton yang membahas scene di panggung saat itu juga, bonus tangisan anak kecil yang entah anak siapa.
7. Saya gak tahu apakah boleh complaint soal ini, tapi asap rokok cukup mengganggu untuk penonton di barisan belakang yang duduk persis di depan meja operator sound & lighting seperti saya & teman2 waktu itu. (hehehehe sorry, Mas Yeah, emang rodho pelepe’an jeh).
8. Mohon beribu maaf, jutaan juga, kalo saya banyak ngedumel. Saya terlalu sayang dengan pementasan2 seni seperti produksi EKI kalau ada gangguan2, meskipun kecil.
Thank u so much. Saya tunggu pementasan EKI selanjutnya di Surabaya.
Arlin-Surabaya
Ninien Soekanto // August 15, 2008 at 9:59 am
Dear EKI,
Last night was really outstanding …
Saya memang berekspektasi that the show would be wonderful but last night was beyond my expectation! Seperti comment mbak Arlin di atas, saya tidak menyangka bahwa the other casts can really sing beautifully. Dialog2 mengalir dengan sangat lancar dengan penjiwaan yang sangat cantik.
Saya puas banget, walaupun duduk saya agak miring, tp di front row bener-bener gak terhalang.
Oiya … ada beberapa gangguang dikit antara lain suara HP dan saya dengar ada yg mengingatkan tp tidak diindahkan (yaaa … maklum deh!).
Oiya, one more thing … promo kurang gencar sepertinya. Saya dapet info nya in the very last minute, awalnya gak kebagian tapi alhamdulillah setelah berjuang … dapet juga.
Anyway, jangan kapok bikin pagelaran di Sby ya?
jhydar // August 17, 2008 at 4:32 am
Kalau boleh tau Mbak Ninien dapet info pertunjukannya darimana yah?
Arlin-Surabaya // August 18, 2008 at 8:51 am
Kayanya bener juga tuh, mbak Nien.
Saya kerja di Surabaya Barat, rumah di Timur.Tapi sepanjang jalan pulang balik kok gak liat 1 poster MK blass…. padahal di daerah barat ada 2 perempatan TL yang cukup besar dan yang namanya Banner Promo untuk konser-pameran pendidikan-dkk, bisa untuk nyelimutin orang 1 RT.
Arlin
Novita // September 19, 2008 at 4:09 am
EKI…..Lagi Dong!!!!!!!