Miss Kadaluwarsa Bikin Ketagihan!

September 16, 2008 · 2 Comments

Meski namanya ‘Miss Kadaluwarsa’, ternyata ceritanya nggak pernah basi. Buktinya, pentas kedua kali Musical Comedy Miss Kadaluwarsa (MK) malah bikin heboh kota Surabaya!

Soal tiket? Sebanyak 630 kursi penonton ludes setiap harinya! Bukan cuma ludes, waiting list-nya pun ratusan. Padahal EKI sudah menambah 50 kursi lagi melihat antrian penonton yang membludak di Gramedia Expo, Surabaya. Pentas musikal yang pertama kali diadakan besar-besaran di Surabaya ini membuktikan bahwa, orang Surabaya juga senang kesenian.

Ibu Melinda Tandajaya, Executive Producer MK, sempat deg-deg-an juga karena awalnya memang nggak gampang mendapat kepercayaan dari orang-orang Surabaya. Tapi ibu empat anak ini, bersama seluruh tim EKI, tetap ngotot bahwa pentas semacam ini perlu dan penting sekali diadakan di Surabaya.

Tapi itu ketar-ketir di awalnya saja.. Saat pentas 2 hari selesai digelar, semua sepakat bahwa pentas ini sukses besarrr…!

“Saya juga mengajak keluarga saya menonton dan mereka senang. Ada beberapa rekan saya yang juga hadir dan semuanya memberikan tanggapan yang positif. Kalau dilihat secara global, saya rasa dari animo masyarakat sangat besar, sampai ada yang waiting list. Saya rasa mereka bisa menerima jenis pertunjukan seperti ini..,” kata Pak Yhonny Yus dari Gudang Garam, mewakili sponsor.

Kesuksesan MK Surabaya tentu tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Oleh karena itu Ibu Melinda, tak henti-hentinya berterima kasih atas dukungan untuk Miss Kadaluwarsa. “Pokoknya saya senang sekali mendengar banyak penonton yang puas menyaksikan Miss Kadaluwarsa. Saya juga terima kasih kepada semua sponsor dan rekan-rekan yang telah mendukung. Saya berharap acara seperti ini bisa terus diadakan di Indonesia. Saya rasa penting sekali kesenian bagi hidup kita. Kalau tidak, hidup kita rasanya garing sekali. Setiap hari yang dijalani hanya rutinitas. Cuma memang masih banyak yang merasa kesenian ini nggak penting, Wis ndak usahlah..yang begitu-begituan. Makanya untuk ke depannya saya berharap bisa bekerja sama dengan banyak orang, supaya kita bisa menghadirkan kesenian yang berkualitas untuk masyarakat,” tutur Ibu Melinda dengan logat Surabayanya yang khas.

Tim EKI memang banyak menerima tanggapan positif dari penonton. Setelah pentas, banyak yang ‘diam-diam’ mendekati EKI. Ada yang minta supaya acara seperti ini diadakan lagi di Surabaya. Ada juga yang sibuk tanya-tanya gimana caranya masuk EKI. Tapi.. ada juga penonton yang nyesel banget! Bukan apa-apa, karena sang penonton ini terpaksa harus pulang, padahal baru setengah pertunjukan. Makanya setelah itu ia sibuk menghubungi Tim EKI untuk mengetahui ending ceritanya.

Wah.. rasanya masih banyak yang penasaran nih sama Miss Kadaluwarsa.. Gimana kalo Miss Kadaluwarsa ini dipentasin sekali lagi? Siaap..?

Pokoknya kita siap aja!” kata Dimas Leimena, Stage Manager pertunjukan ini. Pak Sugeng Yeah, sang ahli yang menyihir panggung MK dengan lighting yang dahsyat juga ketagihan mau pentas lagi! ”Wah kayaknya asyik juga kalo dipentasin lagi. Lighting-nya pasti juga akan berubah. Karena mengikuti cerita dan skenario yang pastinya juga akan ada perubahan lagi,” kata Pak Yeah bersemangat.

Dari sisi artis, juga siap dan pengen banget bisa pentas MK untuk ketiga kalinya. Karena setiap kali EKI bikin pertunjukan, selalu ada yang baru dan selalu ada kejutan. Salah satu ‘yang baru’ di MK Surabaya ini adalah gank Punakawan yang berperan sebagai narator bersama Eng Tay.

”Kita sih seneng banget, tapi pasti akan ada perbaikan-perbaikan lagi. Kalo gitu kita bakalan siap deh.. Mudah-mudahan aja Punakawan bisa main lagi, karena peran itu cukup penting,” kata Bari, salah satu pemeran Punakawan. ”Saya juga nggak ngerasa bosen memerankan Punakawan. Karena apa yang disampaikan Punakawan ke penonton itu cukup penting ” kata Charles, Punakawan yang lainnya. Iya deh… Punakawan ok banget!

Kalo tim produksi siap, manajemen siap, artis siap, berarti.. tinggal pihak-pihak sponsor dan media nih! Mudah-mudahan, berkat doa, dorongan, dan permintaan yang luar biasa banyaknya, Miss Kadaluwarsa bisa pentas untuk ketiga kalinya tahun ini juga! Nantikan kabar gembiranya segera..

→ 2 CommentsCategories: Comments

Gallery Miss Kadaluwarsa Surabaya 2008

September 12, 2008 · Leave a Comment

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized
Tagged:

CD Original Soundtrack Musical Comedy Miss Kadaluwarsa (Live Recorded at Gedung Kesenian Jakarta)

August 27, 2008 · Leave a Comment


Musik bisa jadi salah satu hal penting yang memegang peranan besar dari sukses-tidaknya sebuah pertunjukan musikal. Selama Pertunjukan Musical Comedy Miss Kadaluwarsa digelar sepanjang 5 malam di Jakarta dan 2 malam di Surabaya, EKI Production merekam seluruh musik yang dimainkan secara ‘live’ tersebut. Hasilnya bisa dinikmati dalam format CD yang diproduksi terbatas.

Sebagai penata musik, Oni Krisnerwinto, lulusan ISI Yogyakarta yang mendirikan Sau’nine String Section dan Conductor di Magenta Orchestra ini memberikan ambience Jazz yang kental di sepanjang pertunjukan.

CD Original Soundtrack Musical Comedy Miss Kadaluwarsa ini berisi 12 lagu, yaitu :

  1. Kupu Kupu
  2. Knapa sih?
  3. Menantu Idaman
  4. Sketsel Klinik
  5. Tango
  6. Tik Tok
  7. Oh Daddy O…
  8. Just One Guy
  9. Kontemporer
  10. Chaos
  11. Rhythm Of Passion
  12. Contempo.

Selain beberapa diantaranya adalah musik instrumental, lagu ini juga didukung oleh sejumlah penyanyi, seperti Sita, Netta Kusumahdewi, Uli Herdinansyah dan Takako Leen. Sedangkan pada jajaran musisi, album CD yang terbilang langka ini didukung oleh Oni Krisnerwinto (Soprano Sax & Violin), Gerry Herb (Drum), Hanny Eka Putra (Piano), Yusuf Simorangkir (Bass), Tonny Brilianto (Gitar), Dodo (Trombone).

Sebagai sebuah CD yang direkam dari sebuah pertunjukan, CD ini masih menyisakan nuansa pentas, seperti potongan dialog dari pemain diantara lagu. Hal ini memberi nilai lebih sekaligus membantu menjadi pengingat bagi pendengar yang sempat menyaksikan pertunjukan Musikal.

CD Soundtrack ini sudah tersedia di toko musik : Aquarius, Duta Suara, Disctarra dan EKI Production (0218312377 / 8313029).

 

→ Leave a CommentCategories: Music

MISS KADALUWARSA di Surabaya akan lebih ‘FRESH’

August 10, 2008 · 7 Comments

“Gak usah jauh-jauh ke New York untuk nonton Broadway, cukup nonton EKI aja!” komentar salah satu penonton musical comedy MISS KADALUWARSA (MK) di Jakarta, tahun 2007 lalu.

“Gila, ceritanya gue banget! Nusuk!” komentar penonton lainnya.

Bahkan, ada penonton yang bilang, “Adegan ‘itu’, baru gue alami kemarin. Gue rasa tontonan ini sangat berarti buat gue” sambil meneteskan air matanya.

Ceritanya, Narsih gundah bukan kepalang. Walaupun karirnya sukses, duitnya banyak dan punya wajah yang sangat cantik, tapi di umur yang menurut banyak orang sudah kadaluwarsa, Narsih masih belum menemukan cintanya. Inilah inti cerita yang bisa membuat para penonton yang datang merasa terhibur sekaligus terharu.

Itu di Jakarta, kalau di Surabaya nanti gimana?

Rusdy Rukmarata

Jangan takut, menurut duo sutradara MK, Rusdy Rukmarata dan Nanang Hape, dari segi cerita gak akan ada perubahan. Yang berubah nanti hanya kemasannya. “Kemasannya diubah dikit atas dasar evaluasi yang kita dapet. Nilai entertaiment-nya akan dibuat lebih tinggi. Tarian-tariannya juga jauh lebih simpel, lebih romantis sekaligus lebih lucu,karena ada Tika Panggabean”kata Rusdy.

Sama dengan Rusdy, dibawah garapannya Nanang berjanji bahwa pertunjukan MK di Surabaya nanti akan lebih ‘segar’. “Cara komunikasinya aja yang akan sedikit mengalami perubahan, jadinya pasti akan lebih segar” terang Nanang.

Nanang Hape

Nanang Hape

Wah, kayaknya makin penasaran aja nih pertunjukan MK di Surabaya. Jadi tunggu apalagi, cepet ajak teman kamu, pacar, keluarga, siapa aja yang memang kamu kenal dan menyukai entertainment untuk nonton pertunjukan musical comedy ini. Oh ya.. walaupun judulnya, MISS KADALUWARSA, tontonan ini bukan berarti hanya untuk para perempuan, laki-laki juga wajib nonton. “Bagi para perempuan sih sudah pasti harus nonton… bagi laki-laki yang ingin tahu lebih jauh perempuan tuh seperti apa juga wajib nonton ini” ujar Nanang penuh senyum.

(Wirya)

→ 7 CommentsCategories: Sneaking

Sarah Sechan ikut Musical Comedy Miss Kadaluwarsa ,terkenang masa kecil di Surabaya

August 8, 2008 · 1 Comment

Bagi Sarah Meirizka Hardiany Sechan alias Sarah Sechan, pementasan MISS KADALUWARSA tahun lalu di Jakarta adalah aksi teaternya yang pertama banget. Jadi tahun lalu ia sempat stres ketika harus naik ke atas panggung. Tahun ini, main teater mungkin sudah nggak terlalu ‘kaget’ lagi. Tapi kali ini, Sarah mungkin akan terkagok-kagok karena harus memamerkan kelincahan kaki-kakinya dalam menari…

Menari??? Ya…, Sarah Sechan akan menari untuk pertama kali dalam aksi panggungnya! Yang bikin Sarah tambah deg-degan adalah tarian yang akan dibawakannya adalah tarian tango pula yang mengharuskannya ‘deket’ dengan pasangannya. Walaupun pasangan tangonya adalah Uli Herdinansyah, yang notabene adalah temennya sendiri, tetap saja ‘feel’ itu katanya sih masih belum dapet.

“Aku masih agak kagok-kagok gitu kan, nari tango ama Uli tuh susah banget. Selain Aku ama dia sama-sama baru belajar, nari pasangan kan juga harus ada chemistry-nya,” ujarnya singkat. “ Tapi ya…. Menurut aku sih dah ok lah, hehehe…

Sarah Sechan akan kembali memerankan Shiva, teman baik Narcissi sekaligus juga musuhnya. Nggak terlalu beda memang, karakter shiva tahun lalu dengan sekarang, yaitu seorang perempuan yang masih akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang dia mau. Mengenai karakter ini sendiri, Sarah punya komentarnya sendiri. “Karakter Shiva tuh beda banget ama Aku yang kalau gak mendapatkan yang kita mau, ya udah. Emosinya beda. Tapi menurutku itu asiknya,” ceritanya semangat.

Walaupun baru pertama kali latihan, minggu lalu, tapi sepertinya semangat Sarah memang sudah ‘up’ banget nih. Sepertinya Sarah dah gak sabar pengen cepet-cepet ke Surabaya, pengen ketemu lagi dengan kota Surabaya yang menurutnya asik banget. Kenapa ya?

Eh.., usut punya usut, Sarah ternyata pernah menghabiskan masa kecilnya selama 8 tahun di Surabaya. “Dulu aku sering banget main sepeda bareng keluarga di Jalan Raya Darmo, nyaman banget. Masa itu pasti gak akan kulupa. Menurutku Surabaya itu kota yang asik,” kata Sarah, yang nanti akan bermain bersama Tika Panggabean, Uli Herdinansyah dan Takako Leen ini.

Selain itu, karena pernah beberapa kali nge-mc dan jadi juri di Surabaya ia juga cukup mengenal karakter para abg di Surabaya yang menurutnya gak kalah dengan abg di Jakarta. “Abg-abg Surabaya tuh berani-berani, gak jaim, dan menurutku pikirannya cukup terbuka,” kata Sarah yang juga pengen ketemu mereka lagi.

Dan.. yang menurutnya juga gak kalah penting adalah….

“”Duh… dah gak sabar nih, pengen makan lemper spesial Surabaya yang gede banget itu loh!”

“Ayam goreng pemuda, soto ayam ambengan, nasi udang Ibu Rudi juga enak banget loh”

Hem… sepertinya enak nih, nonton musical comedy Miss Kadaluwarsa, sambil nyantap makanan-makanan khas Surabaya!

(Wirya)

→ 1 CommentCategories: Casts

Dari Dapur Musical Comedy Miss Kadaluwarsa

August 6, 2008 · 3 Comments

Di markas besarnya EKI, tepatnya di Jalan padang 30 Jakarta, pagi-pagi terjadi keributan! Dari arah halaman terdengar suara nging-nging-nging dari gergaji listrik. Trus.. ada lagi bunyi bruk-bruk-bruk, suara orang ngangkat-ngangkat panel. Belum lagi suara jeritan printer. Tapi.., ada juga suara merdu John Scofield dari studio latihan!

Buat yang nggak biasa, pastinya kaget dengan ’keributan’ anak-anak EKI yang lagi bikin persiapan buat pementasan. Nggak di kantor, di halaman, di ruang latihan…semuanya sibuk kerja.

Yup, Miss Kadaluwarsa mau dipentasin lagi, dimana ? Surabaya! Tanggal 13-14 Agustus 2008, di Gramedia Expo – Jl.Basuki Rahmat 93-105 Surabaya tepatnya.

Nggak penari, nggak kru, nggak para pengurusnya…semua sibuk-buk buat pementasan ini. Dari semua orang yang sibuk, ada 3 orang ’bapak-bapak’ yang rumahnya jauh dari Jalan Padang, tapi rajin banget ’nongkrong’ di kantor EKI. Pak Yeah si ’tukang lighting, om Dimas si ’tukang panggung’ dan bung Sami si ’tukang kostum’.

Ngapain aja pak di kantor EKI?

Sugeng Yeah

”Oh ya siap-siap doong…” kata Pak Yeah si ’tukang lighting’ ciamik, andalan EKI.

”Karena ini pertama kali gue ngurusin pementasan teater tari di Surabaya, ya semuanya harus disiapin bener” timpal Om Dimas yang pernah jagain pentasnya Beyonce, Click Five dan Black Eyed Peas ini.

Seru?

’Seru! yang namanya proses itu paling asyik lho… Mulai dari nonton latihan, mikirin warna apa yang pas untuk sebuah scene, sampai gimana bisa nyeritain satu perasaan lewat warna lampu. Apalagi bisa diskusi dengan sutradara dan yang lainnya… Berantem-berantem dikit ya nggak apa-apa…” jawab Pak Yeah yang udah sering banget ngegarap pementasan di Surabaya.

Dimas Leimena

”Harus kenal publik, itu kuncinya kalau kita mau manggung di satu tempat. Surabaya itu orang-orangnya sensitif, jadi kalau show jelek ya tau-tau ilang aja penontonnya di tengah pertunjukan!” Om Dimas yang sudah 10 tahun melanglang buana di dunia panggung menambahkan.

Jadi berat juga nih bikin pertunjukan di Surabaya?

”Justru disini enaknya orang Surabaya, lebih blak-blakan! Kalau jelek bilang jelek, kalau bagus bilang bagus” jawab pak Yeah lagi.

”Surabaya itu kota bisnis…kalo mau bikin pertunjukan buat pebisnis yang penting itu simple aja, nggak usah yang rumit-rumit!” kata Bung Sami alias Samuel Wattimena.

Nah sementara bapak-bapak itu sibuk mempersiapkan segala hal, penari-penarinya juga nggak kalah sibuk, mereka lagi kejar-kejaran sama waktu buat ngafalin tarian.

Maklum udah deket banget menuju hari H. Bukan perkara gampang lho,selain menghafal gerak, feeling-nya juga mesti pas sama lagu. Makanya mereka makan cukup, minum susu dan nggak tidur larut malam, biar bisa konsetrasi full di studio latihan.

”Saya akan banyak menggunakan ’moving light’, supaya lebih fresh dan penonton juga lebih gampang mencerna maksud dari cerita nya” kata Pak Yeah tentang tata lampu di pertunjukkan Surabaya nanti.

Bagaimana dengan kostumnya bung Sami?

Samuel Wattimena

”Yang jelas warna kostum akan lebih bright dan ’kinclong’!, kita kan tamu, jadi jangan bikin yang punya rumah pusing dengan ’warna berat’ dan gloomy

Eh tapi ngomong-ngomong tema ”Miss Kadaluwarsa” udah ”Kadaluwarsa” belum sih?

”Ini tema yang nggak akan pernah basi, karena problem ini akan ada terus dalam hidup!” tandas om Dimas penuh keyakinan.

So, nonton yo rek!!! Ciamik tenan iki!

(Renny Susanti)

→ 3 CommentsCategories: Sneaking

Uli Herdinansyah Jadi Penyanyi?

August 3, 2008 · 1 Comment

Selama ini Uli Herdinansyah lebih dikenal sebagai Presenter, kadang ada yang mengenalnya juga sebagai seorang aktor dan tukang nge-mc. Tapi ada gak sih yang tahu kalau Uli juga adalah seorang penyanyi? Nyanyinya Jazz pula…

Gak percaya? Dateng aja ke pertunjukan musical comedy MISS KADALUWARSA (MK) di Gramedia Expo-Surabaya pada tanggal 13-14 Agustus nanti. Dijamin, rasa kagum kita yang selama ini sudah mengenal Uli seperti apa, akan bertambah.

Yup. Tahun lalu dengan karakter suaranya yang nge-bass, ia sukses membawakan lagu ‘JUST ONE GUY’, yang nuansa jazznya sangat kental. Kali ini, hanya di MK-Surabaya, Uli yang mengaku memang pecinta musik jazz ini akan kembali bernyanyi lagu yang sama.

“Gue suka banget musik Jazz, mungkin karena umur juga, jadinya feelnya pas, ujarnya santai.

Eh, apa hubungannya suka musik ama umur ya?

“Hahaha… gini, di umur tertentu, elo gak bisa lagi dengerin musik yang berat-berat. Hidup kita sendiri sudah cukup berat, tiap hari harus mikirin bayar ini gimana, bayar itu gimana, masa mau dijejeli musik yang nge jeng-jeng-jeng-jeng gitu, tambah pusing kan? Karena itu, gue suka jazz, karena jazz itu liar. Jazz itu menyenangkan. Ada klasiknya. Ada bluesnya. Dia gak seluruhnya modern, tapi juga gak seluruhnya tua. Permainannya lebih luas, gitu” tambahnya.

Bagi cowok yang doyan makan ayam ini, sebenarnya musik jazz bisa dinikmati oleh siapa saja, karena jazz itu musik yang unversal. “Tadinya gue sering mikir, jazz ini hanya untuk kalangan tertentu saja. Tapi di sisi lain, kalau gue mikir kaya gitu, kog kayaknya kita seperti meng-underestimate orang lain. Siapa tahu orang lain yang tadinya memang gak tahu musik jazz juga bisa meng-appreciate dengan bagus. Yang pasti, kalau yang nonton MK-Surabaya nanti memang suka entertainment dan keindahan, mereka pasti akan suka musik-musiknya,” ujarnya mantap.

Sip, sepertinya Uli sudah siap banget nih untuk menghibur para penonton nantinya. Eh, ngomong-ngomong, ada niat serius gak sih untuk terjun di bidang tarik suara nantinya, setelah MK ini?

“Hahaha.. kalau gue sebenarnya lebih cocok baca puisi…”

Wow.. sepertinya banyak bakat yang masih bisa digali nih… sip. Sukses ya.

(Wirya)

→ 1 CommentCategories: Casts

Road to “a musical comedy MISS KADALUWARSA” – Belajar Dari Tradisi

August 2, 2008 · Leave a Comment

Lambatnya kemajuan seni pertunjukan di Indonesia, diantaranya tidak adanya penanganan manajemen seni yang serius. Padahal secara tradisi, seni di Indonesia telah memiliki manajemen yang sangat khas, yaitu padepokan, seperti yang dijalankan wayang orang, ludruk atau srimulat. Namun untuk bisa bertahan di masa kini diperlukan sentuhan profesionalisme dari pihak seniman maupun sisi manejemen. Demikian kesimpulan diskusi informal yang dilaksanakan dalam rangka menyambut pementasan “Musical Comedy Miss Kadaluwarsa” di kediaman wartawan senior, Sirikit Syah, Surabaya Jumat 25 Juli 2008 lalu.

Diskusi diantaranya dihadiri oleh Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur, dan sejumlah dosen dan komunitas tari di Surabaya. Herwindra Aiko, selaku direktur EKI Dance Company memaparkan pola manejemen yang ia terapkan.”Manejemen dan seniman, sama posisinya. Artinya, jika seniman ingin karyanya diterima oleh publik, maka harus mempertimbangkan masukan manejemen, sebaliknya manejemen juga harus mengerti seniman dan karya-karyanya”katanya. EKI Dance Company adalah wadah bagi seniman yang ditangani secara professional, ada lebih dari 25 seniman yang tinggal bersama, berkarya dan mendapat penghasilan tetap setiap bulannya.

Sedangkan Joko, dosen tari memaparkan apa yang ia ketahui sehubungan dengan yang dilakukan komunitas tradisional, seperti Siswobudoyo, Srimulat atau Ludruk. ”Pada masa jayanya, Ludruk selalu pentas setiap malam dan penontonnya selalu penuh. Bahkan dibawa keliling juga tetap penuh”, katanya. Hal ini dikarenakan adanya semacam ’menejemen’ baik dari segi organisasi maupun artistik. ”Selalu ada muatan lokal yang diangkat sesuai lokasi pementasan, ini hal yang patut ditiru”.

Enny S Johan, seorang Kepala Cabang sebuah bank di Surabaya, mengaku menghindari seni pertunjukan yang terlalu ’asyik sendiri’. Artinya, tidak berusaha mengenalkan diri dan menjadikan karyanya dimengerti oleh masyarakat penikmat. ”Mau tidak mau, kesenian harus ’dipasarkan’ seperti barang lainnya, ada promosi, ada pendekatan pada pasar dan sebisa mungkin mengakomodir kemauan konsumen tanpa menurunkan kadar artistik”,katanya.

(Iseti)

→ Leave a CommentCategories: Event

Ira Duaty dan Menantu Idaman

August 1, 2008 · 1 Comment

Sopo toh sopo.. yang ndak pengen punya mantu ok!

Lagu kocak yang syairnya berisi keinginan jujur para calon mertua zaman sekarang ini, sukses dibawakan Ira Duaty saat pentas Musical Miss Kadaluwarsa. Boleh dibilang, itu adalah salah satu adegan favorit dalam pertunjukan yang digelar di Jakarta tahun lalu. Bahkan ada penonton yang sengaja menonton pertunjukan itu dua kali, demi melihat Ira menyanyikan lagu ‘Menantu Idaman’. Dalam pentas Miss Kadaluwarsa, Ira berperan sebagai ibu yang anti perempuan kadaluwarsa, dan sudah ngebet banget pingin anaknya nikah.

“Sebenarnya waktu Miss Kadaluwarsa tahun lalu, itu pertama kalinya saya nyanyi di depan umum,” kata Ira, yang sedang bersiap-siap menuju studio EKI untuk latihan pentas Miss Kadaluwarsa lagi. Meski demikian, dunia musik tidak jauh dari kehidupannya. Ibunya adalah penyanyi jazz tahun 70-an. Ayahnya adalah musisi. Tapi ia sendiri tidak berambisi menjadi penyanyi. “Saya enjoy aja..waktu menyanyikan lagu Menantu Idaman,”kata Ira.

Untuk pertunjukan musical comedy Miss Kadaluwarsa di Gramedia Expo Surabaya, 13-14 Agustus 2008, Ira punya persiapan khusus. Ia berlatih vocalizing dengan adiknya yang guru piano dan juga temannya di Elfa Singer Wah, makin mantap aja nih..suara Mbak Ira! Penasaran? Yuk ke Surabaya…

(Renny Turangga)

→ 1 CommentCategories: Casts

MISS KADALUWARSA on the Blog

July 31, 2008 · 1 Comment

Serunya pertunjukan Miss Kadaluwarsa ketika dipentaskan tahun lalu bukan isapan jempol belaka.Paling tidak sejumlah penonton, menuliskannya di blog mereka.dari yang sekedar komentar hingga yang melempar isu Miss Kadaluwarsa ke milis yang sedang diskusi feminisme.Wah!

Iseng-iseng, masukkan kata Miss Kadaluwarsa,blog di dalam mesin pencari seperti Google atau sejenisnya.maka tidak lama kemudian akan keluar sejumlah blog, yang menuliskan pertunjukan Musikal Comedy Miss Kadaluwarsa.Mulai dari yang sekedar komentar, mengumumkan hingga yang membuka forum diskusi

Parvita.wordpress.com yang menulis dengan bahasa inggris, secara panjang lebar ia mengungkapkan pengalamannya soal Miss Kadaluwarsa. Misalnya begini, The dancers are great, the dialogue was ok and entertaining. Artistically it was good and the lighting did a good job. The actors was good, especially Ibu Paduko, Narcissi’s mother. Two thumbs up for the choreographer, which took care of the children dancing. It was natural, very much how children should dance (unlike those we see on TV!).

Namun ia juga banyak membahas soal tema mengenai perempuan yang menjadi lajang, karena pilihan.Ia juga sempat melempar pandangan mengenai hal ini di blog lain, yang sedang berdiskusi mengenai feminisme.

Ada blog lain, yang juga menanggapi Miss kadaluwarsa adalah Aroengbinang. Walau mengaku awalnya tidak berniat menonton, namun ia mengaku cukup impressive. Miss Kadaluwarsa is about an inner world journey of a successful career woman to find her true identity and to finally understand and accept the bitter realities of what love could be.

Selain itu, ia juga memberikan apresiasi kepada pencapaian artistik. The dialogues ran smoothly and flawlessly, with excellent stage blockings. They’ve surely worked very hard to achieve that level of perfection. Congratulations!

Namun, jika anda mau membuka-buka dan mulai membaca, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mengingat publik Surabaya berbeda dengan publik Jakarta, maka ada beberapa perubahan, seperti karakter Sampek-Engtay yang mengalami ’penyesuaian’ dan pemunculan karakter baru, seperti Dewi yang dimainkan Tika Panggabean dan…ehm, untuk tahu apa saja beda Miss Kadaluawarsa di Jakarta dengan Miss Kadaluwarsa di Surabaya, sepertinya anda harus menontonnya langsung di Gramedia Expo- 13 & 14 Agustus 2008 !

→ 1 CommentCategories: Comments